INVESTASI COCOK UNTUK ANAK MUDA

Cara Investasi Untuk Anak Muda Dalam Beberapa Langkah Saja !




Mempunyai investasi pribadi di finansial market saat ini sudah menjadi life style produktif di kalangan anak muda atau first jobber. Menurut pandangan orang lama investasi adalah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang matang saja dan terbukti sekarang tidak relevan. Ini terlihat dari data demografi investor di negara Indonesia yang semakin lama banyak didominasi oleh para anak berusia muda.

Akan tetapi, apabila didasarkan oleh data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tercatat bahwa jumlah investor atau single investor identification  di pasaran modal domestik hingga akhir tahun 2020 mencapai sekitar 3,87 juta investor. Angka itu meningkat 55% daripada posisi akhir tahun 2019, dan lebih mengejutkan lagi hampir setengahnya berusia di bawah 30 tahun sedangkan usia >30 tahun mencapai hanya 25% saja dari jumlah total investor domestik pada tahun 2020. Dengan kata lain, 70% investor pasaran di indonesia dikuasai kalangan anak muda.


Panduan Cara Berinvestasi
Berikut adalah panduan cara berinvestasi menurut sumber CASAGROUP, adalah sebagai berikut.

1. Memahami Konsep dan Risiko Investasi



Asuransi pada dasarnya adalah mekanisme pengelolaan risiko finansial paling mudah. Setiap usaha yang memiliki daya resiko tinggi bagi keuangan disarankan untuk memiliki asuransi, dan paling disarankan diutamakan adalah Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan.

Bagi anak muda mungkin asuransi tidak terlalu penting bahkan merasa bahwa asuransi hanya menghabiskan uang mereka untuk hal yang tidak terpakai. Akan tetapi hal tersebut salah karena asuransi-asuransi digunakan untuk mengantisipasi risiko sakit atau meninggal dunia yang tidak dapat terprediksi siapapun.

Jadi, bila berbicara Asuransi yang lebih bagus dipakai untuk awalan maka jawaban nya ialah baik beli proteksi jiwa maupun beli proteksi kesehatan sama-sama penting.

2. Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas


Selanjutnya, Anda harus memiliki tujuan keuangan yang jelas. karena apabila anda tidak memiliki tujuan keuangan maka bisa berantakan dan ekonomi yang tidak stabil karena tidak memiliki tujuan yang dirancang sebelumnya. dengan adanya tujuan investasi anda memiliki target dan strategi jelas.

Tujuan keuangan juga bisa dibagi menurut waktu, yaitu pertama tujuan keuangan jangka pendek adalah tujuan keuangan yang ingin diwujudkan kurang lebih dalam waktu 3 tahun. Contohnya ialah dana mudik atau liburan akhir tahun.

kedua ialah tujuan keuangan menengah yaitu target keuangan yang mau dikumpulkan dalam waktu perkiraan 3 - 5 tahun. Contohnya adalah menikah 3 tahun lagi, dana sekolah pasca sarjana, dan sebagainya.

Terakhir adalah tujuan keuangan jangan panjang yaitu target dana  yang ingin diraih dalam rentang waktu  > 5 tahun. Tujuan ini bisa juga disebut dana pensiun,  dana pendidikan anak di universitas.


3. Membuat Rekening Investasi


Setelah memiliki tujuan keuangan yang jelas selanjutnya ialah membuat rekening investasi guna untuk menyimpan dan transaksi deposit yang jelas pencatatannya. Memulai eksekusi rencana berinvestasi di pasar modal.

Cara membuka rekening 
investasi tidaklah sulit. Anda bisa melakukannya lewat lembaga keuangan yang tepat seperti perusahaan sekuritas atau di perusahaan manajer investasi. Apa saja yang dibutuhkan? Biasanya yang dibutuhkan untuk membuka rekening investasi adalah kartu identitas pribadi, NPWP, Nomor rekening bank, pengisian formulir pendaftaran dan syarat-syarat tambahan tergantung dengan lembaga keuangan yang terkait.

Sekarang memulai investasi semakin muda dengan keberadaan perusahaan financial technology  atau yang disebut dengan fintech  yang memungkinkan Anda memulai hanya melalui gadget seperti handphone, tab, komputer dan sebagainya tanpa harus ke kantor fisik perusahaan terkait.

5. Menjalankan Investasi Secara Disiplin Tekun dan Optimis.


Dalam berinvestasi, Anda harus memiliki sifat Disiplin tekun dan optimis serta strategi cemerlang guna membantu anda mengoptimalkan semua modal yang dimiliki agar bisa mencapai target dengan sempurna dan memuaskan.

Melakukan evaluasi kinerja investasi secara berkala minimal setiap semester jugalah hal yang penting karena anda bisa mengecek kinerja dari laporan hasil investasi yang rutin dikirimkan oleh sekuritas atau manajer investasi terkait.